Jumat, 30 November 2012

Trik & Tips Jadi Rider Handal



Trik pengereman
Dalam trik ini tangan berperan penting dimana tangan kanan pembalap menjadi satu-satunya traction control alami. Jika pembalap tidak cermat menjaga speed dan racing line, ya say goodbye pada pembalap lainnya yang lebih cepat di lintasan. Mengerem, rolling di tikungan dan gas pol menjadi sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan! Masa peralihan dari mengerem, menikung dan berakselerasi harus halus dan menuntut kepekaan sang riders.
dan ada trik mengerem dengan 3 jari secara habis-habisan.baru sesaat sebelum masuk tikungan rem sedikit dikendurkan dan bersiap-siap untuk rebah. Saat mengerem habis di fase awal, tangan diluruskan untuk menahan gaya kinetik. Badan (pantat-red) dimundurkan hingga mentok ke belakang untuk menjaga kestabilan roda belakang. Saat sebelum memasuki tikungan, tangan dan kedua lutut diregangkan keluar untuk membantu pengereman. dengkul di arah yang berlawanan dengan tikungan dikeluarkan untuk membantu pengereman (rem udara kali ya???).
sedangkan kaki sebelah dalam diturunkan layaknya balap Supermoto.trik ini sebenarnya hanyalah sebuah refleks, belum ada penelitian yang mengatakan trik ini membuat pembalap dapat lebih singkat dan membutuhkan jarak lebih sedikit dalam pengereman. Ia juga menambahkan, trik ini membuatnya merasa dapat mengerem lebih keras.
teknik ini juga mempengaruhi keseimbangan dan titik berat.dengan mengerem 95 persen dengan ban depan dan 5% dengan ban belakang.
Saat mulai memasuki tikungan, rem sebisa mungkin dilepas sedini mungkin, tentunya tanpa harus keluar dari racing line.
supaya cepat di tikungan, berusahalah mencari batas dimana ban depan tidak kehilangan traksi saat menikung sambil mengerem. momen saat mulai melepas tuas rem sangat menentukan, sebab terlambat 10 meter saja, maka hilanglah kecepatan maksimal di tikungan . Jadi, sebisa mungkin tuas rem dilepas sedini mungkin, sebab yang paling menentukan adalah kecepatan saat motor rebah.
Ketika memasuki tikungan, tangan harus rileks dan berusaha untuk menemukan line yang tepat. Saat merebahkan motor menjadi moment yang menentukan, apakah linenya didapat atau tidak. Untuk dapat mempertahankan motor di line balapnya, saat merebah menggunakan badan dan dengkulnya.
Teknik menaklukkan tikungan
begini caranya ban depan sliding saat memasuki tikungan, jika kamu memasuki tikungan itu terlalu cepat. Pada intinya, begini cara kerjanya: kamu rebahkan motor dan berusaha untuk mendapatkan feeling yang bagus di roda depan. Kalau kamu merasakan bagian depan bergerak dan ban depan perlahan menjadi tidak stabil, lebih jatuhkan badan kamu sedikit ke dalam tikungan. Ban depan akan sliding, dan kecepatan akan berkurang.
Untuk "menangkap" ban depan yang sliding memang agak "tricky". Saya harus mengerahkan semuanya: rem belakang, lutut saya dan tubuh bagian atas saya.
Beberapa pembalap merebahkan motornya tanpa benar-benar menikung, meskipun motornya rebah, arahnya tetap saja lurus. Di atas 500 cc pada intinya sliding lebih banyak terjadi di roda belakang. Jika roda depan sliding, topang badan kamu dengan lutut (di atas lintasan) dan berusaha untuk tetap tenang. Untuk dapat menjaga motor tetap pada racing line, selama rebah kamu harus "menggantung" ke setang dan mengarahkan arah roda depan ke arah luar/ berlawanan dari tikungan. Selain itu, kamu juga bisa mengendalikan dengan memberi bobot ke footstep. Menurut perhitungan saya, peranan tangan dan kaki disini

0 comments:

Posting Komentar

Pages 81234 ยป
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More